60 orang Lansia terlantar mendapat Program ASLUT

Pembangunan

60 orang Lansia terlantar mendapat Program ASLUT

Payakumbuh (Sosnakertrans)- Sejumlah 60 orang lanjut usia terlantar di Kecamatan Harau dan Suliki pada tahun 2015 mendapat bantuan uang tunai melalui  Program Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT) dari kementerian Sosial. Program ASLUT merupakan program yang ditetapkan oleh Menteri Sosial dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 12 Tahun 2013 yang bertujuan untuk memberikan jaminan sosial guna membantu lanjut usia telantar dalam bentuk pemberian uang tunai melalui pendampingan sosial guna memenuhi sebagian kebutuhan dasar hidupnya.

Husin,SH, M.Si Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja di damping oleh Afnina S.Ag , Kabid Pemberdayaan Pelayanan  Rehabilitasi dan Kelembagaan Sosial  mengatakan “Pelayanan sosial diarahkan untuk meningkatkan keberfungsian sosial bagi para lanjut usia yang mengalami hambatan medis, ekonomi, sosial, politik dan budaya. Dengan kondisi tersebut maka pelayanan sosial harus terus diperluas jangkauannya dan ditingkatkan cara pemberian pelayanannya. Upaya untuk memperluas jangkauan pelayanan dan peningkatan mutu pelayanan, dilaksanakan melalui berbagai program antara lain dalam pelaksanaan pelayanan dan Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT). Pada tahun 2015, Kabupaten Limapuluh Kota mendapat  Program ASLUT untuk 60 orang lansia terlantar, masing-masing mereka mendapat bantuan tunai Rp.200.000,- perbulan “ terang Husin

Kemudian Afnina S.Ag , Kabid Pemberdayaan Pelayanan  Rehabilitasi dan Kelembagaan Sosial  menjelaskan “. Salah satu upaya dalam menanggulangi masalah kesejahteraan sosial adalah menumbuh kembangkan peran serta individu-kelompok untuk ikut membantu mengatasi tingkat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan menyelenggarakan kesejahteraan sosial di kecamatan-kecamatan , terutama untuk meningkatkan dan mengembangkan Program ASLUT maka dilakukan Pendamping dengan didayagunakan   Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Untuk Koordinator di Kecamatan  Harau dipercayakan kepada Salman dan untuk Kecamatan Suliki oleh Novia Farina “ Ujar Afnina.

Ditempat yang terpisah Novia Farina dan Salman TKSK Kecamatan Suliki dan TKSK Kecamatan Harau memaparkan tugas sebagai pendamping lansia yang mendapat ASLUT adalah : menganti pempes setiap hari, memandikan setiap dua hari sekali, memotong rambut, memotong kuku, , menjemput obat kerumah sakit dan mencairkan dana ke kantor pos, membantu membeli kebutuhan dasar mereka seperti : permakanan, obat, beli pempes atau kebutuhan dasar lainnya. Dan juga apabila lansia peserta ASLUT meningal dunia pendamping mempunyai kewajiban mengurus jenazahnya sampai terkubur dan kembali mengusulkan Lansia terlantar sebagai pengantinya “ tutur Novia Farina.

Ditambahkan Novia Farina “ 60 orang ASLUT ini tersebar di dua Kecamatan dan enam nagari dimana masing masing nagari mendapat 10 orang lansia terlantar dengan 1 orang pendampingnya diambil dari Tenaga PSM di Nagari.Untuk  Kecamatan Suliki dengan pendamping  Nagari Suliki ,Darbisar. Nagari Sungai Rimbang ,Novia Farina . Nagari Limbanang,  Srinda. Sedangkan untuk Kecamatan Harau  dengan pendamping  Nagari Taram, Salman. Nagari Batu Balang, Yondrizal dan Nagari Harau, Saiful Hadi “ imbuh Novia Farina. (* saiful*)

Saran Masuk

Untitled Document
  ¤ Nama : veni,  Tanggal : 22 Agustus 2016
Yth. Admin.... Saya numpang saran... Kepada seluruh pihak yang..
 
  ¤ Nama : Heri,  Tanggal : 18 Februari 2016
Selamat dan Sukses kepada Yth. Bapak Bupati Lima Puluh Kota..
 
  ¤ Nama : RIDWAN,  Tanggal : 26 Agustus 2015
assallamuallaikum bapak/ibu saya warga nagari sungai..
 
  ¤ Nama : ilham,  Tanggal : 28 Juli 2015
Yth Bapak Pimpinan Pemda Kabupaten 50 Kota Mohon ditindak..
 
  ¤ Nama : Boy,  Tanggal : 23 Juli 2015
Udah Bagus Admin..Tolong Update beritanya di tingkatkan..
 


PETA

Statistik

  • Pengunjung hari ini: 367
  • Total pengunjung: 291218
  • Hits hari ini: 3875
  • Total Hits: 1608174
  • Pengunjung Online: 4
  • IP : 54.225.36.143