Aparatur Harus Kuasai Tupoksi
 

Kepegawaian

Aparatur Harus Kuasai Tupoksi
Rabu, 07 Desember 2016 - 09:19:12 WIB | dibaca: 280 pembaca


Aparatur pemerintahan harus siap dengan tantangan mendatang yang semakin berat. Agar tidak menimbulkan permasalahan,  abdi Negara itu harus menguasai tugas pokok dan fungsinya serta kompetensi.

Demikian Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dalam arahannya ketika membuka secara resmi pelatihan aparatur pemerintahan nagari dalam bidang manajemen pemerintahan nagari bertempat di gedung Sago Bungsu II Lubuak Batingkok, rabu (23/11).

“Kita tidak ingin ada aparatur termasuk perangkat nagari yang tidak tahu dengan tugas pokok dan fungsinya. Agar bisa melaksanakan pekerjaan dengan aman tanpa dibayangi ancamanan hukuman, aparatur itu harus benar-benar menguasai tupoksinya,” ingat Irfendi.

Dikatakan, penyelenggaraan pemerintahan dituntut mempunyai akuntabilitas dan memiliki konsep good governance di segala bidang. Untuk mewujudkan pelayanan  maksimal, kualitas sumberdaya manusia  aparatur itu harus terus ditingkatkan  disamping juga pembenahan profesionalitas dan integritasnya.

“Tak kalah pentingnya lagi, kita harus mengubah pola pikir dan budaya kerja yang lebih baik dan meninggalkan kebiasaan buruk, serta meningkatkan kompetensi,” tutur Irfendi.

Dengan memiliki kompetensi, lanjut Irfendi, aparatur itu akan mempunyai kemampuan melaksanakan kewenangan dan tanggungjawab yang dimiliki dalam melaksanakan tugasnya secara efektif efisien. Apalagi ke depan alokasi anggaran di nagari semakin besar hingga kisaran Rp1 milyar.

“Kita selalu mengingatkan kepada aparatur untuk senantiasa meningkatkan kemampuan dan kompetensinya. Salahsatu upaya kita adalah dengan mengadakan berbagai pelatihan-pelatihan bagi aparatur seperti bidang manajemen pemerintahan nagari ini,” papar putera Koto Tangah Simalanggang tersebut, sembari mengecek langsung kehadiran para peserta dari setiap nagari.

Karena kurang mempedomani aturan dalam menjalankan tupoksinya serta lantaran kurang terlatihnya sumberdaya manusia aparatur, lanjut Irfendi, pelayanan terhadap masyarakat maupun pelaksanaan pembangunan kadang belum berjalan sesuai harapan. Bahkan bisa menghambat pelaksanaan program dan kegiatan di nagari.

“Untuk menjawab berbagai persoalan terkait dengan kualitas aparatur tersebut, makanya kita menggelar berbagai pelatihan  manajemen pemerintahan ini,” ulang Irfendi

Dalam kesempatan itu Irfendi juga mengingatkan seluruh aparatur di daerah ini untuk membiasakan budaya kerja, kerja dan kerja, serta tahu perencanaan dan bisa mengevaluasi apa yang sudah dilaksanakan. Sebagai penyelenggara pemerintah terdepan, pemerintah nagari yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus tanggap dengan perubahan, terlebih dalam pelayanan kebutuhan masyarakat.

Sebelum mengakhiri sambutanya Irfendi juga menekankan NKRI harga mati. Dikatakan, Negara harus kuat dan tidak boleh terpecah.

“Begitu juga masyarakat nagari, harus selalu bersatu padu dan tidak mudah terhasut dan terprofokasi serta tidak ada tindakan saling menjelekan dan menjatuhkan,” tegasnya.

Sementara itu panitia acara Kabag Pemerintahan Nagari Herman Azmar, AP, M.Si dalam laporannya menyebut pelatihan itu dilaksanakan bagi seluruh aparatur pemerintah nagari. Tujuannya antara lain untuk meningkatkan sumberdaya manusia perangkat nagari dan kepala jorong dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakat serta pelayanan publik. (hendri gunawan)