Jangan Anggap Kuliner Tradisional Kuno

Budaya

Jangan Anggap Kuliner Tradisional Kuno

Usai menggelar festival randang dan gulai paluik di Nagari Sungai Kamuyang beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota kembali melaksanakan festival Randang Bilis Asam di Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Lomba itu diharapkan dapat menambah kasanah kuliner daerah ini. Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Budparpora) Kabupaten Limapuluh Kota Ir. Novyan Burano dalam sambutannya ketika membuka secara resmi festival itu, Kamis (21/7) mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya mengangkat kuliner makanan khas daerah ini agar lebih dikenal khalayak. “Kita berharap apa yang dilakukan ini tidak habis di sini, tetapi mampu mengenal kuliner itu ke khalayak dan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Bentuknya mungkin saja ke depan di daerah ini akan berdiri restoran atau rumah makan yang menyajikan makan spesifik Randang Bilis Asam,” papar Novyan. Agar bisa dikenal secara luas, ia mengajak para penggiat kuliner termasuk PKK bisa menampilkan makanan khas itu ke tingkat nasional bahkan ke dunia internasional. Tak hanya dikenal orang luar, lomba ini juga diharapkan menjadi ajang buat melestarikan kuliner tradisional tersebut sekaligus untuk membuka cakrawala pariwisata ke tengah masyarakat dan membuka peluang bisnis atau lapangan kerja bagi masyarakat. “Kita ingin perbendaharaan makanan spesifik itu tetap terjaga dan tidak hilang oleh kemajuan teknologi dan ragam makanan dari luar negeri. Jangan sampai karena makanan luar menjadikan kita mengangap makanan tradisional kita kuno dan meninggalkan masakan peningggalan nenek moyang tersebut,” tutur Novyan. Sebelumnya pemuka masyarakat Pangkalan Della Ermaifa, S.Psi dalam penyampaiannya mengatakan, Randang Bilis Asam adalah satu dari banyak makanan spesifik dari Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Randang ini merupakan salahsatu makanan yang dirindukan dan selalu menjadi menu dalam berbagai pesta-pesta di Pangkalan. “Kita berharap semua makanan khas dari Pangkalan ini ikut diketahui masyarakat luar. Untuk itu hendaknya rendang spesifik ini tidak hanya dibuat dalam acara perlombaan, tapi benar-benar bisa menambah kasanah kuliner Limapuluh Kota dan menjadi tradisi dalam berbagai acara di daerah ini,” ujar Della yang juga anggota DPRD Limapuluh Kota. Sementara itu ketua panitia acara yang juga Kabid Pariwisata Dinas Budparpora Refrison dalam laporannya mengatakan kegiatan itu diikuti oleh 42 orang utusan dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Tujuan festival antara lain buat melestarikan kuliner khas yang ada di daerah ini. “Kita harus melestarikan kuliner spesifik itu karena kita menyadari daya tarik wisata sebesar 60% dari kebudayaan yang salahsatunya rendang yang sudah membudaya di tengah masyarakat,” ujar Refrison. Pembukaan lomba ditandai dengan menghidupkan api tungku pertama oleh Ketua GOW Kabupaten Limapuluh Kota Ny. Eka Ferizal Ridwan. Ikut hadir dalam acara itu Muspika Pangkalan Kotobaru dan pengurus PKK kabupaten setempat. (hendri gunawan) 

Saran Masuk

Untitled Document
  ¤ Nama : veni,  Tanggal : 22 Agustus 2016
Yth. Admin.... Saya numpang saran... Kepada seluruh pihak yang..
 
  ¤ Nama : Heri,  Tanggal : 18 Februari 2016
Selamat dan Sukses kepada Yth. Bapak Bupati Lima Puluh Kota..
 
  ¤ Nama : RIDWAN,  Tanggal : 26 Agustus 2015
assallamuallaikum bapak/ibu saya warga nagari sungai..
 
  ¤ Nama : ilham,  Tanggal : 28 Juli 2015
Yth Bapak Pimpinan Pemda Kabupaten 50 Kota Mohon ditindak..
 
  ¤ Nama : Boy,  Tanggal : 23 Juli 2015
Udah Bagus Admin..Tolong Update beritanya di tingkatkan..
 


PETA

Statistik