Lima Puluh Kota Harus Bebas Pasung

Sosial

Lima Puluh Kota Harus Bebas Pasung

Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi menegaskan di daerah ini tidak boleh ada orang tua miskin yang terlantar dan tidak makan. Selain itu, ia juga tidak ingin ada penyandang sakit jiwa yang dipasung.

Hal itu disampaikan Irfendi dalam sambutannya selaku ketua tim safari Ramadhan di hadapan jemaah Masjid Kulyatul Muslimin Tanjung Pati Nagari Koto Tuo Kecamatan Harau, Sabtu (27/5).

“Saya tidak mau mendengar ada orang tua yang dibiarkan hidup terlantar dan warga miskin menangis karena tidak makan. Saya meminta camat, wali nagari hingga kepala jorong memastikan ini tidak terjadi di wilayah masing-masing,” tegas Irfendi.

Jika ada orang tua yang hidup miskin dan tidak terawat, kata Irfendi, segera salurkan bantuan, atau antarkan ke panti jompo yang ada di Situjuah Limo Nagari.  Begitu juga kalau mendapati ada warga yang dipasung, ia meminta segera laporkan kepada bupati atau dinas terkait.

“Saya ingin Kabupaten Lima Puluh Kota benar-benar bebas pemasungan. Untuk itu saya meminta camat, wali nagari dan kepala jorong serta masyarakat bisa mendeteksi kasus pemasungan ini,” papar putera Koto Tangah Simalanggang itu.

Menurutnya, penyembuhan orang yang mengalami masalah kejiwaan bukan dengan cara pemasungan. Sebaliknya dengan cara perawatan medis di rumah sakit jiwa. Pihak keluarga harus memahami jika pemasungan terhadap orang yang mengalami ganguan jiwa sangat tidak baik.

“Kita akan mengantarkan para penyandang gangguan jiwa itu ke rumah sakit jiwa,” ujar Irfendi.

Dalam kesempatan itu Irfendi juga juga menyerahkan bantuan dana bagi Masjid Kulyatul Muslimin sebesar Rp10 juta, serta menyalurkan bantuan bagi fakir miskin dari Baznas sebesar Rp1 juta untuk dua orang warga Nagari Koto Tuo.

Pada acara safari ramadhan yang diikuti para kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) itu, sejumlah warga sempat mengadukan berbagai keluhannya. Aspirasi itu antara lain masalah irigasi pertanian dan lampu listrik penerangan .

“Kami para petani yang mempunyai sawah di hamparan Sawah Bandang semakin kesulitan mendapatkan pengairan sawah kami. Sebab, permukaan sungai Batang Sinamar yang menjadi sumber pengairan itu semakin dangkal. Jika dulu pipa hisap mesin pompa kami hanya sepanjang 6 meter, sekarang terus bertambah menjadi 14 meter,” ungkap salah seorang petani Afrizal (47).

Karena slang hisap pompa semakin panjang, dengan sendirinya kerja mesin pompa air irigasi juga semakin berat dan membuat biaya operasional pompa menjadi semakin tinggi. Menyikapi kondisi itu, Bupati Irfendi meminta Dinas Pertanian segera turun melihat kondisi yang dialami petani tersebut.

Sedangkan terkait dengan lampu jalan utama yang sejak sebulan belakangan tidak hidup, Bupati meminta Wali Nagari Koto Tuo segara menyampaikan surat pengaduan ke PLN yang ditembuskan kepada Bupati. (hendri gunawan)

Saran Masuk

Untitled Document
  ¤ Nama : veni,  Tanggal : 22 Agustus 2016
Yth. Admin.... Saya numpang saran... Kepada seluruh pihak yang..
 
  ¤ Nama : Heri,  Tanggal : 18 Februari 2016
Selamat dan Sukses kepada Yth. Bapak Bupati Lima Puluh Kota..
 
  ¤ Nama : RIDWAN,  Tanggal : 26 Agustus 2015
assallamuallaikum bapak/ibu saya warga nagari sungai..
 
  ¤ Nama : ilham,  Tanggal : 28 Juli 2015
Yth Bapak Pimpinan Pemda Kabupaten 50 Kota Mohon ditindak..
 
  ¤ Nama : Boy,  Tanggal : 23 Juli 2015
Udah Bagus Admin..Tolong Update beritanya di tingkatkan..
 


PETA

Statistik

  • Pengunjung hari ini: 370
  • Total pengunjung: 291221
  • Hits hari ini: 3935
  • Total Hits: 1608234
  • Pengunjung Online: 4
  • IP : 54.225.36.143