Peringatan Peristiwa Situjuah ke 68 Meriah
 

Budaya

Peringatan Peristiwa Situjuah ke 68 Meriah
Selasa, 17 Januari 2017 - 15:01:25 WIB | dibaca: 104 pembaca


Rangkaian acara peringatan peristiwa Situjuah Batua tahun 2017 berlangsung meriah. Selain melaksanakan upacara, peringatan peristiwa bersejarah 68 tahun silam itu juga menampilkan pagelaran visualisasi konfigurasi pejuang kemerdekaan oleh seribu orang siswa pembawa bendera merah putih.

            Bahkan sejak seminggu sebelumnya anak nagari setempat juga lakukan berbagai kegiatan perlombaan di bidang kesenian, budaya dan agama yang terkait dengan perjuangan dalam peristiwa Situjuah. Para tokoh masyarakat setempat mengaku peringatan peristiwa Situjuah kali ini jauh meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

            “Tidak saja menggelar berbagai kegiatan perlombaan dan parade NKRI, dalam peringatan peristiwa Situjuah tahun ini masyarakat juga mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya masing-masing,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Situjuah Don Vesky Dt. Tan Marajo yang dianggukan para tokoh masyarakat lainnya di sela upacara peringatan peristiwa Situjuah di Lapangan Khatib Sulaiman Situjuah Batua Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Minggu (15/1).

            Upacara dipimpin langsung Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dan ikut dihadiri Wakil Bupati Ferizal Ridwan, Ketua DPRD Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Forkopimda serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Tak hanya itu, upacara juga  dihadiri anak dan cucu pejuang peritiswa Situjuah Khatib Sulaiman.

Bupati Irfendi Arbi dalam sambutannya selaku inspektur upacara mengharapkan, peringatan peristiwa bersejarah ini tidak hanya sebatas seremonial belaka, melainkan bisa mengambil hikmahnya. Karena pengorbanan para syuhada yang gugur dalam medan perang di Lurah Kincia Situjuah, generasi dewasa ini bisa menikmati kebebasan dan kemerdekaan.

“Mereka berjuang dengan mengorbankan semuanya untuk mewujudkan harkat martabat bangsa sejajar dengan bangsa lain di dunia. Kita harus melanjutkan cita-cita mereka dengan bekerja dan berkarya sesuai profesi dan bidang masin-masing,” tutur Irfendi sembari menyebut, khusus untuk pelajar dan generasi muda agar mempersiapkan diri dengan belajar dan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh agar nantinya bisa melanjutkan estapet kepemimpinan di daerah ini.

Masih terkait dengan peringatan peristiwa heroik itu, Irfendi juga mengingatkan semua pihak untuk mempererat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal yang akan memecah belah dan menggganggu keutuhan NKRI. Ia mengajak semua pihak lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

“Mari kita pererat persatuan dan kesatuan. Kebhinekaan yang dimiliki, merupakan khasanah dan kekayaan bangsa yang perlu kita syukuri dan dijadikan modal dalam membangun dan memajukan bangsa ini,” papar Irfendi.

Lebih jauh Irfendi mengharapkan berbagai rangkaian kegiatan peringatan peristiwa Situjuah ini mampu meningkatkan patriotisme dan semangat rela berkorban masyarakat di daerah ini.

Menjawab wartawan, Irfendi ingin, nilai dan makna yang terkandung di dalam peristiwa itu terus menjadi sumber memotivasi untuk meneruskan semangat juang dan patriotisme bangsa ini. Generasi muda, ucapnya, harus bercermin dari peristiwa heroik tersebut

            “Peristiwa Situjuah ini harus menjadi sumber inspirasi dan spirit bagi anak bangsa terutama generasi muda atas nilai-nilai kejuangan, nilai heroik dan patriotisme,”  ujar Irfendi.

Upacara tersebut berlangsung hikmat dan diikuti serta dipadati ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota. Usai upacara, acara dilanjutkan dengan ziarah ke makam para syuhada peristiwa Situjuah di Lurah Kincia.

Acara siarah juga dipimpim langsung Bupati Irfendi Arbi. Dalam ziarah itu juga dilakukan tabur bunga yang dilakukan Bupati Irfendi yang diikuti Wakil Bupati Ferizal Ridwan, Ketua DPRD Safaryuddin Dt. Bandaro Rajo, unsur Forkopimda dan abak serta cucu pejuang peristiwa Situjuah Khatib Sulaiman.

Selain di Lurah Kincia, ziarah juga dilakukan di makam pejuang di Situjuah Banda Dalam dan Situjuah Gadang.

Tokoh Masyarakat Situjuah Don Vesky Dt. Tan Marajo yang dimintai tanggapannya berharap agar Bupati dan Gubernur dapat mengeluarkan Peraturan daerah tentang peristiwa Situjuah.  Selain itu ia juga berharap adanya kompensasi bagi keluarga pejuang dan masyarakat Situjuah serta mendukung pembangunan musium di lokasi Lurah Kincia.

“Kita berharap agar Bupati dan Gubernur mendukung harapan pembangunan musium di lokasi bersejarah ini, disamping juga menerbitkan Peraturan Daerah tentang peristiwa Situjuah serta memberikan konpensasi bagi keluarga para pejuang Peristiwa Situjuah,” papar Don Vesky.

Dalam rangkaian peringatan peristiwa Situjuabh ini, Bupati juga meresmikan Monumen Peristiwa Situjuah di Situjuah Batua yang ditandai dengan pengguntingan pita dan pembukaan selubung. Dusamping itu bupati Irfendi juga diadaulat meresmikan pemakaian ruang belajar baru SD Islam Terpadu (IT) Bustanul Ulum di Situjuah Banda Dalam. Dalam sambutannya Bupati Irfendi pengapresiasi perkembangan SD IT Bustanul Ulum yang mampu membangun empat local belakar baru. Irfendi mengharapkan berbagai elemen masyarakat di Situjuah Banda Dalm secara bersama-sama untuk terus memajukan SD IT ini.

 Sebelumnya dalam upacara dipaparkan, peritiwa Situjuah yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1949 silam itu merupakan refleksi dari semangat mempertahankan eksistensi diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Peristiwa 67 tahun silam tersebut merupakan rangkaian sejarah yang sangat penting dalam keberlangsungan Republik ini

            Peristiwa itu, merupakan mata rantai sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang memegang peranan penting dalam keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (gun)