Pertemuan Evaluasi Nagari Mandiri Pangan

Pertanian

Pertemuan Evaluasi Nagari Mandiri Pangan

TANJUNG PATI - Pertemuan Evaluasi Desa Mandiri Pangan tanggal 17 Juli 2018 di Aula Ex BP4 yang dibuka oleh Kepala Dinas Pangan Kabupaten Lima Puluh Kota (Bapak Gusdian Laora, SKM, M.Si) menyampaikan sambutannya bahwa Nagari/Desa Mandiri Pangan (DMP) diarahkan membuat Warung Pangan Mandiri. Pada tahun 2018 ini diberikan kepada kelompok tani Abadi Nagari Kurai Kecamatan Suliki, kelompok tani Ngarai Indah Nagari Tanjung Bungo  Kecamatan Suliki dan kelompok tani Saiyo Sakato Nagari Bukik Sikumpa Kecamatan Lareh Sago Halaban. Pertemuan yang dihadiri oleh Wali Nagari, Pengurus kelompok, Kader Pangan, LKN yang berjumlah 30 orang ini sangat antusias dengan kegiatan warung pangan mandiri ini melalui bantuan sosial berupa dana bergulir Nagari Mandiri Pangan. Aksi Nagari Mandiri Pangan yang digencarkan saat ini tidak sekadar menghasilkan program bermutu saja, melainkan dititikberatkan kepada terciptanya sebuah Nagari yang betul-betul mampu menghasilkan pangan sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan nagari tersebut. Nagari Mandiri Pangan ini berdiri pada tahun 2006 dan pada tahun 2018 sudah menjadi 20 Kelompok DMP yang terdiri dari 11 Kelompok Inti DMP, 6 Kelompok DMP Replikasi dan 3 Kelompok Nagari Mandiri Tahan Pangan (MANTAP). Keseluruhan Kelompok DMP ini tersebar di 15 Nagari dan 8 Kecamatan yang ada di Kabupaten 50 Kota.

Pertemuan Evaluasi Nagari Mandiri Pangan ini bertujuan untuk meningkatkan Kegiatan pengembangan kawasan/Pembinaan Nagari Mandiri Pangan merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan dan kerawanan pangan. Berdasarkan UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan bahwa Kerawanan Pangan dapat diartikan sebagai kondisi suatu daerah atau rumah tangga yang tingkat ketersediaan dan keamanan pangan bagi pertumbuhan dan kesehatan. Kondisi kerawanan pangan dapat bersifat kronis dan transien. Kerawanan pangan juga disebabkan oleh kemiskinan yang berkepanjangan. Peraturan Presiden Nomor 166 tahun 2014 tentang program Percepatan Penanggulangan kemiskinan, dikatakan bahwa (1) penanggulangan kemiskinan adalah kebijakan dan program pemerintah pusat dan daerah yang dilakukan secara sistematis, terencana dan bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dalam rngka meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat; dan (2) program penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil serta program lain dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi.

Pemberdayaaan dilakukan terhadap masyarakat miskin dan rawan pangan di pedesaan. Strategi yang dilakukan pada nagari mandiri pangan ini adalah (1) membangun ekonomi berbasis pengembangan komoditi yang disesuaikan dengan pengembangan wilayah untuk menyediakan lapangan kerja dan pendapatan; (2) memenuhi pangan bagi kelompok masyarakat miskin di daerah rawan pangan melalui pemberian bantuan atau pemberdayaan oleh berbagai stake holder yang akan dilaksanakan secara terintegrasi dan terpadu.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam pengembangan usaha produktif berbasis sumber daya lokal, peningkatan ketersediaan, peningkatan daya beli dan akses pangan rumah tangga, untuk memenuhi kecukupan gizi rumah tangga. Jika pelaksanaan dapat dilaksakan secara meluas maka kegiatan pengembangan Nagari Mandiri Pangan ini dapat menurunkan tingkat Kerawanan Pangan dan Gizi masyarakat miskin di Nagari.

    

 

Saran Masuk

Untitled Document
  ¤ Nama : veni,  Tanggal : 22 Agustus 2016
Yth. Admin.... Saya numpang saran... Kepada seluruh pihak yang..
 
  ¤ Nama : Heri,  Tanggal : 18 Februari 2016
Selamat dan Sukses kepada Yth. Bapak Bupati Lima Puluh Kota..
 
  ¤ Nama : RIDWAN,  Tanggal : 26 Agustus 2015
assallamuallaikum bapak/ibu saya warga nagari sungai..
 
  ¤ Nama : ilham,  Tanggal : 28 Juli 2015
Yth Bapak Pimpinan Pemda Kabupaten 50 Kota Mohon ditindak..
 
  ¤ Nama : Boy,  Tanggal : 23 Juli 2015
Udah Bagus Admin..Tolong Update beritanya di tingkatkan..
 


PETA

Statistik