Tak Mau Berlarut, Irfendi Tinjau Langsung Penanganan Jalan Longsor
 

Bencana

Tak Mau Berlarut, Irfendi Tinjau Langsung Penanganan Jalan Longsor
Jumat, 16 Desember 2016 - 11:53:53 WIB | dibaca: 567 pembaca


Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi meninjau langsung penanganan jalan longsor di Jorong Kampung Melayu Kenagarian Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh, Minggu (11/12). Ia berharap jalan provinsi itu segera bisa dilalui lagi oleh kendaraan roda empat.

“Kita berharap akses di Koto Tinggi ini segera pulih kembali. Sebab, ini menyangkut hajat masyarakat. Kita tidak mau ada masyarakat yang menganggap kita lalai merespon bencana alam ini,” ujar Irfendi di lokasi jalan longsor itu, Minggu (11/12).

Dikatakan, saat ini jalan yang amblas pada dua titik di Kampung Melayu itu tengah mendapatkan upaya tanggap darurat dari pemprov Sumbar. Alat berat sudah sampai di lokasi untuk melakukan upaya perbaikan jalur lalu-lintas di maksud.

“Alat berat sudah ada di lokasi untuk melakukan upaya tanggap darurat. Kita berharap jalan itu bisa dilalui mobil kembali,” tutur Irfendi sembari menyebut tidak ingin musibah tersebut berlarut dan memberikan dampak yang merugikan terhadap masyarakat.

Sejumlah warga yang ditemui Irfendi mengaku gembira persoalan yang dihadapinya telah diketahui dan dilihat langsung bupati.

“Kami berharap jalan itu bisa dilewati lagi agar kami tidak kesulitan membawa hasil tani kami ke pasar di Koto Tinggi pak,” pinta seorang warga kepada Irfendi.

Sementara itu wali Nagari Koto Tinggi Yonggi Fadly di hadapan Bupati Irfendi mengatakan, badan jalan yang terban pada Senin lampau itu berada titik yang sama dengan bencana serupa pada waktu sebelumnya.

“Sampai kini setidaknya di lokasi ini sudah tiga kali mengalami longsor. Bencana ini diduga terjadi karena adanya aliran air di bawah tanah hingga badan jalan bergerak dan terban masuk jurang,” tutur Yonggi yang dianggukan sejumlah warga.

Karena belum bisa dilalui roda empat, untuk bisa mencapai Koto Tinggi dari arah Puah Data terpaksa memutar melalui jalur Aia Angek, begitu juga sebaliknya dari arah koto Tinggi ke Puah Data. Karena jalan memutar ini menambak jarak tempuh beberapa kilometer, dengan sendirinya waktu tempu dan biaya transpor  atau ongkos yang harus dikeluarkan warga menjadi bertambah.

“Pertambahan waktu dan jarak tempuh itu jelas membuat ongkos transportasi barang dan orang jadi melambung. Karenanya kami berharap ini segera selesai,” ucap warga lainnya. (gun)